Sebenarnya
sudah sangat lama saya ingin membuat postingan tentang CHIHAYAFURU, tapi setap
kali mulai selalu saja g ada inspirasi. Hari ini juga begitu, saat tadi baca
lanjutan kisah mereka dari manga (setahun saya tinggalin nih manga), saya
kembali mendapati diri saya terlalu kegiranga karena ceritanya ternyata masih
semenarik yang dulu walau karakternya udah tambah banyak.
Mungkin
kalau mencari romance nya bisa dikatakan kalah jauh daripada kadar pertandingan
karutanya. Tapi g mengapa, karena karuta itu sangat menyenangkan. Apalagi
senseinya selalu membuat pertandingan jadi tidak terprediksi, selalu aja ada
kejutan kejutan yang bikin kita bergumam “heeeh”.
Baiklah
saya akan mulai cerita dari awal. Chihayafuru adalah manga bikinan Suetsugu
Yuki sensei (saat saya mau nulis nama senseinya tiba tiba keyboard saya kayak
terkunci gitu, akhirnya saya restart kembali laptopnya,-curhat) yang terbit
bulanan di majalah “BELOVE”. Ceritanya soal cewek cantik bak model tapi
tingkahnya rada urakan gitu. Biasanya cewek cantik itu gayanya kan anggun dan
banyak yang kagum, gitupun dengan chihaya dia cantik bingits, tapi dia cewek
berdarah panas yang suka melakukan sesuatu seenak hatinya saja tanpa
memperhatikan aspek keanggunan. Karena itulah siswa cowok disekolahnya
memberikan julukan “muda bijin” atau dalam indonesianya “kecantikan yang sia
sia” padanya. Tersebutlah cewek ini namanya Ayase chihaya, berikut saya akan
panggil dia dengan chihaya saja. Dia sangat suka bermain karuta, yaitu permainan
kartu tradisional jepang yang berisikan bait bait puisi jaman sejarah. Awalnya,
chihaya kecil bukanlah tipe yang suka dengan permainan yang g keren tersebut,
impiannya malah untuk selalu mendukung kakaknya yang seorang model, tapi gara
gara, Wataya Arata, temannya semasa SD, dia menjadi termotivasi untuk menjadi queen
Karuta. yups, arata memberikan chihaya impian untuk dirinya sendiri, bukan lagi
untuk kakaknya. Begitulah peran arata di kehidupan chihaya, begitu berarti. Sayangnya
mereka harus pisah saat kelulusan SD. Saat masuk SMA dia bertemu dengan teman
masa kecilnya yang lain, yaitu Mashima Taichi yang tumbuh sebagai cowok ganteng idaman
setiap perempuan. Chihaya mengajak taichi untuk membentuk klub karuta
bersamanya tapi taichi rada ogahan sampai chihaya mengeluarkan ultimatumnya “kalau
aku naik tingkat A, kamu mesti bantu aku buat bikin klub karuta”, bisa ditebak
akhirnya chihaya naik level dari level B ke level A. Jadilah ini kisah diantara
dua idol sekolah (si cowok paling ganteng dan si cewek paling manis) membentuk
perkumpulan klub Karuta tanding.
 |
| team karuta SMA Mizusawa saat menang kompetisi tingkat daerah (tokyo) |
Selama
masa masa pembentukan klub, chihaya berusaha mencari 3 anggota lainnya yang kan
berjuang bersamanya untuk pertandingan karuta. G gampang mendapatkan anggota
baru itu dan ada ada aja polah tingkah si calon requipment sehingga harus
memiliki cara cara khusus untuk menggerakkan hati mereka. Awalnya mereka
mendapatkan Oe Kana, cewek yang suka dengan hal hal kuno, dia suka sekali puisi
kuno yang ada di karuta. Awalnya dia tergabung dalam klub memanah karena dia
suka dengan hakama yang dipakai oleh para anggota klub memanah. Anggota ke
empat itu Tsukue, peringkatnya selalu dibawah Taichi (yang paling pintar),
menjadi no 2 membuatnya jengkel dan berambisi mengalahkan taichi, tsukue sangat
susah dibujuk masuk klub karuta. Lalu ada Nishida yang suka dipanggil Nikuman
oleh chihaya, dia juga menjadi orang no 2 dibawah bayang bayang Wataya Arata,
karena sulit baginya untuk menjadi no 1 dia menyerah dan berhent dari karuta
dan memilih masuk klub tenis.
Yups,
tergabunglah mereka berlima dalam klub karuta. Dengan semangat yang menggebu
gebu dan guru pembimbing yang rada ogah ogahan dalam mengurus klub mereka (pada
awalnya), mereka mampu tampil mencengangkan di kompetisi tingkat daerah (kayak
provinsi) dan maju dalam kompetisi nasional sebagai tim. Yups, ini adalah pencapaian
luar biasa bagi klub karuta Mizusawa yang pembimbingnya sama sekali g ahli
dalam karuta dan hebatnya ini baru beberapa bulan mereka mendirikan klub
karuta. Sayangnya kemujuran tidak selalu dipihak mereka karna pertandingan
pertama dalam kompetisi nasional chihaya collapse dan g mampu melanjutkan
pertandingan.
 |
| chihaya, kawaii ku nai? |
Itulah
sepenggalan yang dapat saya ceritakan. Tiap tingkatan kelas yang dilalui
Chihaya, kelas 1, 2 dan 3 SMA memiliki ceritanya masing masing dan kamu akan melihat
bagaimana setiap karakter memiliki karakter devolapment mereka masing masing. Ini
yang sangat saya sukai dari penceritaan yuki sensei. Chihaya bukanlah cewek
gila karuta yang tiba tiba selalu menang di setiap kompetisi, ada kalanya dia
kalah dan ada kalanya dia mengalami ketidak mujuran (pingsan, cedera, dapat
lawan yang terlalu tangguh). Saya rasa beginilah sebenarnya tarik ulur dari
sebuah kompetisi, bukan selalu menang dan menjadi tak terkalahkan. Dari sekian
banyak karakter memang chihaya lah yang paling banyak dapat kemajuan permainan
dalam karutanya. Saat di kelas 1 SMA dia memang hebat, tapi tidak cukup dan
tidak sebanding saat berhadapan dengan Queen Karuta, Shinobu. Begitpun kelas
dua, kemampuannya meningkat pesat, tapi sayang dia harus mengalami cedera
sehingga pertandngannya untuk kedua kali dengan shinobu membuatnya kayak
dilibas habis sama lawannya. Walaupun cedera dia masih bisa memberikan
perlawanan yang mencengangkan bagi shinobu. Kalau boleh mengandai ngandai jika
tangannya g cedera, mungkin shinobu akan cukup kewalahan dengan performa
chihaya saat masih fit. Masuk kelas 3 SMA chihaya lebih imba lagi permainannya.
Kalau saya lihat dia udah bisa menjadi lawan yang sebanding untuk Shinobu. Mungkin
manga nya belum sampai tingkatan untuk melawan shinobu lagi tapi saya yakin
pasti nanti pas ketemu lagi chihaya udah dapat membuat shinobu kelabakan bahkan
terbuka peluang baginya untuk menantang shinobu memperebutkan title QUEEN. Sejauh
ini (sampai chapter 164) untuk beberapa kesempatan, chihaya sudah mampu
mengalahkan cowok karuta sekaliber “Mashima Taichi” dan “Wataya Arata” di waktu
yang berlainan. Tidak hanya membuat kedua teman masa kecilnya ini bertekuk
lutut kepadanya lewat Karuta, tapi juga hati mereka ikut ikutan ditaklukkan.
 |
| arata, chihaya dan taichi |
Tidak bisa
dipungkiri lagi daya tarik saya sebenarnya melanjutkan membaca manganya karena
cerita cinta segitiga mereka yang menggantung. Tapi saat saya melanjutkan untuk
mencari tau kisah cinta mereka ini, saya mendapati diri saya terhanyut dalam
pertandingan karuta, haha. Arata adalah cowok pertama yang kokuhaku atau
confess ke chihaya. Dia melakukannya usai pertandingannya yang kalah melawan
Harada sensei. Reaksi chihaya kala itu sangatlah lucu. Dia g langsung menjawab
pernyataan cintanya arata karena arata juga g menuntut untuk dibalas. Tapi itu
sudah cukup membuat chihaya shock dan menjadi aneh dalam beberapa hari. Selang belasan
atau puluhan chapter kedepan giliran taichi yang beraksi menyatakan cintanya ke
chihaya disuatu senja. Tidakkah ini benar benar dilema? Seperti sebelumnya,
chihaya g bisa menjawab dan hanya termenung. Lebih tepatnya dia g bisa merespon
arti kata cinta dari orang lain. Kisah cinta yang berdilema ini g tahan lama
karena pertandingan menyongsong mereka sehingga perasaan itu tergantikan
menjadi perasaan spirit untuk bertanding. Sampai chapter terakhir yang di
publish, belum ada tanda tanda chihaya akan menentukan pilihannya kemana. Kalau
saya sih berat ke Arata sih. Kenapa? Karena arata lah yang membangun impiannya
Chihaya. Dan chihaya lah yang membangkitkan semangat arata untuk bertanding
kembali setelah beberapa tahun g menyentuh karuta akibat kematian kakeknya. Bukankah
mereka saling melengkapi? Tapi saya ragu Chihaya merasakan yang namanya “cinta”
itu. Atau dia sebenarnya g sadar telah menyukai kedua sosok laki laki yang lekat
dengannya itu? Apakah chihaya sebodoh itu dalam urusan dunia asmara? Saya rasa
iya, chihaya emang bloon kalau masalah cinta. Semakin dia jago karuta, semakin dia
tidak peka dengan orang orang yang menaruh perasaan padanya. Jujur saja saya
kasihan banget sama Taichi yang dari awal masuk SMA udah menyimpan harapan ke
chihaya ampe putus dengan ceweknya (alasannya focus karuta, sebenarnya pengen
waktu yang lebih banyak dengan chihaya), gimana g, setiap bersama taichi ada
dua hal yang g akan lepas dari pembicaraan chihaya, pertama adalah KARUTA,
kedua adalah ARATA. Gimana sakitnya tuh, kamu suka sama doi, tapi doi selalu
mengungkit ngungkit orang lain. yang tabah taichi, karena kita juga belum tau
chihaya akan milih yang mana.
 |
| arata kokuhaku |
 |
| giliran taichi kokuhaku |
Tadi saya
udah singgung soal synopsis singkat, peningkatan kemampuan chihaya, dan cinta
segitiga. Berikut saya akan bahas MIZUSAWA. Mizusawa adalah nama SMA dimana
Chihaya dan Taichi sekolah. Sekolah ini terkenal dengan ujian masuk yang susah,
dan secara ajaib Chihaya yang g jago pelajaran (jagonya Cuma karuta dan lari)
mampu tembus, taichi sempat kagum dengan keseriusannya untuk dapat tembus di
Mizusawa. SMA ini tidak memiliki perkumpulan karuta, oleh karena itu chihaya
dan taichi menjad pelopor terbentuknya klub karuta di sana. Nama Mizusawa terdengar
asing di kompetisi karuta, tapi karena kemunculan pertamanya yang mengagumkan,
mampu mengalahkan SMA khusus cowok, SMA Hokuou yang sudah berkali kali menang
ditingkat provinsi, SMA Mizusawa kemudian mulai diperhitungkan. Mereka lalu
mewakili Tokyo ketingkat Nasional,sayang sungguh amat disayangkan, Ace mereka,
Chihaya harus keluar karena pingsan dan tidak dapat melanjutkan sisa
pertandingan. Kesempatan menjadi penantang juara nasional kandas begitu cepat. Tahun
kedua, mereka harus kalah taktik dengan hokuou sehingga hanya menjadi runner up
ditingkat provinsi, ini udah cukup untuk mengantar mereka ke tingkat nasional. Sangat
gemilang Mizusawa di tahun keduanya karena mereka mampu menjadi juara tingkat
nasional. Suatu prestasi yang mencengangkan karena mampu mengalahkan juara
bertahan SMA Fujisaki. Tebak apa yang terjadi di tahun ketiga? Ini sangat
mengesankan bagaimana yuki sensei menyusun scenario pertandingannya. Dimana protagons
g akan selamanya menang. Lebih tepatnya yuki sensei membagi kemenangan.
Kalau boleh
saya membuat peta mini beberapa pertandingan Chihaya kalah dari Megumu, Megumu
dikalahkan Shinobu, shiinobu kalah dari Arata dan sekarang Chihaya mampu
ngalahin Arata. Bukti sensei membagi bagi kemenangan dan setiap pertandingan
emang selalu g ketebak. Kadang tekad chihaya udah tinggi dan semangtnya
menggebu gebu tapi ternyata semangat lawannya jauh lebih unggul sehingga
chihaya harus menerima pahitnya kekalahan.
Yang bikin
Chihayafuru beda dengan anime sport lainnya itu emang gimana cara yuki sensei
mengatur kemenangan baik itu individu ataupun tim, begitu tidak tertebak dan
sulit diprediksi. Protagonist g semena mena selalu menang dan ada momen menyakitkan
saat kalah, g sama dengan salah satu anime basket yang saya tonton dimana tim nya
selalu menang padahal diatas kertas lawannya jauh lebih hebat dari mereka,
benar benar cerita yang kayak fantasi saja, dan tentu membuat bosan karna udah
bisa dipastikan seterpuruk apa protagonist di awal pertandingan, di detik detik
terakhir mereka tetap aja bisa menang.
 |
| suzu hirose as ayase chihaya |
 |
| yah, ginilah penampakan para pemain live actionnya |
Baiklah,
lupakan perbandingan dengan anime sport atau manga sport lainnya itu. Masuk ke
Live action. Sama sama kita ketahui bahwa chihayafuru mendapatkan 2 movie yang
tayang di maret dan april 2016 di bioskop jepang (katanya sekarang lagi garap live action ke 3 lanjutan dari 2 movie terdahulu). Saya yang melihat trailer
yang begitu meriah dengan lagu yang dibawakan Perfume itu pun jadi excited dan
pengen cepat cepat nonton. Sayang beribu sayang saya harus nunggu sampai September
buat download. Pemeran chihaya nya adalah Suzu Hirose yang dikenal dunia acting
jepang sebagai artis yang arogan karena suka memandang rendah jabatan orang
lain. sayang sekali chihaya yang rendah hati harus diperankan oleh cewek arogan
macam suzu. Tapi g mengapa, saya akan lebih memperhatikan aspek lainnya untuk
kedepan. Jangan harap kita akan melihat cosplay dari karakter karakter
chihayafuru disini, karena mereka sangat tidak memperhatikan pengkarakteran
fisik di manga/anime dengan live action. Kayak asal caplok mana yang kira kira
bagus actingnya buat meranin ini atau itu. G kayak Heroine shikkaku dimana
tokoh tokoh di dalam manga dapat terealisasikan dengan sangat baik, kayak
karakter karakter itu benar benar keluar dari manganya sendiri. sayangnya
chihayafuru tidak membuat karakter di live action benar benar mirip dengan
manga. chihaya yang kita kenal sebagai cewek cantik bak model (tinggi) ternyata
diperankan oleh di cewek pendek macam suzu hirose. Harusnya perbedaan tinggi
chihaya, taichi dan arata itu benar
benar kecil, sekitar 5 cm. Rambutnya arata. Kenapa jadi panjangan gitu? Bisa g
rambutnya lebih dipendekin lagi potongannya, sesuai kayak arata yang di manga. Baik taichi
dan arata sama sama g dapat kesan maskulinnya, lebih ke cowok manis. Nikuman
juga, kenapa lebih kurus gitu. Tsukue pun, kok tinggi, harusnya lebih pendek
dari chihaya. Begitulah, secara fisik mereka memang tidak menyamakan karakter
di manga dan di live action, makanya saya bilang jangan harap film ini sebagai
ajang cosplay para pemerannya, karena mereka benar benar merombak dan tidak
memperhatikan kesamaan fisik karakter. Saya harap mereka juga g merombak kepribadian
masing masing karakter juga. Dan saya harap mereka juga g merombak banyak hal
dari cerita aslinya. Yang namanya Live action pasti nantinya ada perombakan
cerita dari adaptasinya, kebanyakan itu membuat si pembaca manga jadi g nyaman
karena mereka menghilangkan bagian yang seru dan menambahkan bagian yang g
penting.
Sekian
cerita panjang lebar saya soal chihayafuru, yang tersisa bagi saya tentang
series ini hanyalah keinginan hati melihat chihaya berhadapan kembali dengan
Shinobu untuk mendapatkan title QUEEN Karuta (soal cinta segitiga mah g begitu
tertarik lagi) dan keinginan untuk menonton movienya, hehe.
Ps : cerita manga nya akan menyongsong kompetisi nasional individu tingkat SMA. saya punya firasat Chihaya akan sampai babak Final dimana mempertemukan Chihaya vs Shinobu disini, tahun lalu shinobu gagal juara karena kondisi nya yang lagi g fit (demam) dan chihaya juga lagi cedera. kalau mereka beneran ketemu di final dalam kondisi 100% baik, apa yang akan terjadi? haha, can't wait. Mungkin dan bisa jadi Yuki sensei membuat skenario kekalahan mizusawa dari fujisaki hingga jadi posisi 3 agar nantinya bisa membuat Chihaya menjadi juara individu tingkat SMA. saya udah bilang kan, yuki sensei suka membagi kemenangan. kejadian double win dalam satu ajang kompetisi g pernah kejadian di CHIHAYAFURU. contoh : waktu chihaya kelas 1 winner team adalah SMA Fujisaki, individu Shinobu (bukan anggota SMA fujisaki), chihaya kelas 2 winner team adalah SMA Mizusawa, individu adalah Arata (SMA Fukui), chihaya kelas 3 winner team SMA Hokuou, individu nya masih belum tau. setelah ini mungkin ada lagi satu lawan berat yang harus dilawan chihaya dan saya berharap dia bisa menang, Megumi si kacamata. karena saat chihaya kelas 3 dia udah kuliah makanya di pertandingan antar SMA se Jepang dia g ikut, mungkin mereka akan ketemu di pertadingan melawan QUEEN.